Institut Seni Indonesia Surakarta (ISI Surakarta) kembali menunjukkan kiprah internasional melalui kolaborasi dengan Akademi Seni Budaya dan Warisan Kebangsaan (ASWARA) di Kuala Lumpur, Malaysia. Kerja sama ini tidak hanya sebatas hubungan formal, tetapi diwujudkan melalui aksi seni, workshop, pertunjukan, dan penjajakan kerja sama akademik lintas negara. Kegiatan tersebut melibatkan Jurusan Karawitan, Etnomusikologi, serta Program Studi Teater dari Fakultas Seni Pertunjukan dan didukung oleh Kemendikbudristek RI.
🎠Pertunjukan Malam Kemala Irama 6.0

(Foto: Courtesy of ISI Surakarta/ASWARA)
Dalam agenda kolaboratif ini, delegasi ISI Surakarta menampilkan gamelan Jawa, vokal tradisi, dan tari di panggung ASWARA. Selain pertunjukan, para dosen dan mahasiswa juga mengadakan diskusi tentang riset karawitan dan berbagi wawasan mengenai seni tradisi Indonesia. Suasana acara berlangsung meriah dengan antusiasme audiens internasional, menjadi ruang pertemuan budaya antara Indonesia dan Malaysia. (Sumber: Espos.id, 2023)
🤝 Penjajakan Kerja Sama Akademik dan Budaya

(Foto: Courtesy of Danis Sugiyanto)
Kolaborasi ISI Surakarta tidak berhenti pada pertunjukan. Delegasi juga melakukan penjajakan kerja sama dengan ASWARA Kuala Lumpur serta Persatuan Jawa Parit Bugis Muar Johor (Kraton Mbah Anang). Pembahasan mencakup kemungkinan:
- Riset bersama dalam bidang seni dan budaya
- Pertukaran mahasiswa dan dosen
- Produksi seni kolaboratif
- Proyek diplomasi budaya jangka panjang
Langkah ini memperlihatkan komitmen ISI Surakarta dalam memperluas jaringan internasional dan memperkuat peran seni tradisi Jawa di kawasan ASEAN.
🌏 Menguatkan Diplomasi Budaya Indonesia
Kerja sama ini sejalan dengan visi ISI Surakarta untuk membangun jejaring regional dan mendukung diplomasi budaya melalui seni pertunjukan. Kolaborasi dengan ASWARA menunjukkan bahwa seni karawitan dan seni tradisi Indonesia memiliki posisi strategis dalam percakapan budaya global.
Melalui kegiatan ini, ISI Surakarta menegaskan bahwa seni tradisi bukan hanya warisan lokal, tetapi aset budaya yang mampu bersinergi dalam lanskap seni regional dan internasional.



